Hari Raya Nyepi, 325 Penerbangan Bandar Udara Ngurah Rai Tak Beroperasi

Hari Raya Nyepi, 325 Penerbangan Bandar Udara Ngurah Rai Tak Beroperasi

Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, akan tutup sepanjang hari selasa, 28 Maret 2017. Hal ini dilakukan untuk turut menghormati perayaan hari raya nyepi yang dirayakan Umat Hindu Bali, terhitung sejak pukul 06.00 hingga 06.00 Wita pada 29 Maret 2017. Penutupan tersebut sendiri membuat sebayak 324 rute penerbangan tidak beroperasi sementara waktu.

Hari Raya Nyepi, 325 Penerbangan Bandar Udara Ngurah Rai Tak Beroperasi

Kabar ini dikonfirmasi oleh pihak Angkasa Pura I Bandar Udara Ngurah Rai, melalui kepala humas mereka, Arie Ahsanurrohim.

“Bandara akan kembali dibuka pada pukul 06.01 Wita tanggal 29 Maret 2017. Penutupan ini berarti 324 penerbangan tidak beroperasi pada 28 Maret 2017, Sebanyak 71 kedatangan dan 60 keberangkatan internasional. Rute didominasi Jakarta, Surabaya, dan Singapura,” Demikian uangkap Arie Ahsanurrohim kepada Detik.

Sebagaimana diketahui, bandar udara I Gusti Ngurah Rai memang selalu ramai lalu lalang penumpang penerbangan selama 24 jam, bahkan jika dikalkulasikan, 324 penerbangan tersebut setara dengan lebih dari 55 ribu Penumpang. Disebutkan pula, perincian dari ratusan penerbangan itu adalah 96 kedatangan dan 97 keberangkatan pada terminal Domestik.

Adapun, Penerbangan terakhir yang berlangsung hari ini, 27 Maret 2017 sebelum hari raya nyepi resmi berlaku, adalah penerbangan Garuda menuju Timika, Papua. Kendati demikian, Arie menambahkan bahwa Bandara ngurah Rai juga akan tetap berjaga, mengantisipasi adanya Emergency Flight seperti evakuasi Medis dan sejenisnya.

“Meski ditutup total, kami tetap mengecualikan emergency flight, seperti evakuasi medis dan sebagainya. Ada 316 personel petugas yang akan berjaga saat Nyepi,” Tambahnya.

Tentu saja hal ini tak hanya berlaku di Bandara Ngurah Rai, tapi juga di setiap penjuru Pulau Bali, tidak ada yang beroperasi, bahkan pada malam hari, warga tidak diperbolehkan menyalakan lampu Rumah atau mengoperasikan alat elektronik yang mencolok seperti Televisi, Senter, dan lain sebagainya.

Ridho Rhoma Ditangkap Karena Narkoba ‘Sungguh Terlalu’

Ridho Rhoma Ditangkap Karena Narkoba 'Sungguh Terlalu'

Sang Ayah memang belum terlalu banyak berbicara mengenai anaknya, Ridho Rhoma, yang bisa dipastikan telah diciduk dan ditangkap oleh pihak berwajib karena kedapatan mengkonsumsi Shabu. Kendati demikian, dua kata yang diambil dari salah satu lagunya tersebut pantas untuk menggambarkan isi hati Rhoma Irama, ‘Sungguh Terlalu’.

Ridho Rhoma Ditangkap Karena Narkoba 'Sungguh Terlalu'

Ridho Roma, pelantun lagu ‘dawai Asmara’ ini harus berurusan dengan pihak berwajib, setelah Shabu seberat 0.7 Gram ditemukan dalam mobil yang dia kendarai. Tidak banyak kata yang perlu diucapkan untuk kelakuan anak dari Rhoma Irama ini, Dua kata sangat mewakili, seperti kata sang ayah dalam lagunya, ‘Sungguh Terlalu’.

Sebagaimana keterangan dari pihak Kepolisian yang menangani kasus ini, Ridho Rhoma mengatakan bahwa beratnya beban pekerjaan yang tengah dia jalani menjadi alasan utama dibalik kebiasaannya mengkonsumsi obat terlarang tersebut. Ia diketahui juga sudah dua tahun menggunakan barang terlarang itu, namun kepada Polisi, Ridho mengaku jarang mengkonsumsi Shabu, dalam hal ini yang dia maksud adalah intensitas pemakaiannya sendiri.

Lantas, bagaimana dengan kata sang ayah, Rhoma Irama, yang kita kenap sebagai Raja dangdut? Ditemui di Hotel kawasan Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (25/3) Sang Raja Dangdut mengaku belum dengar sang putra keciduk. Namun, sepertinya, pelantun lagu ‘Mirasantika’ tersebut sangat kecewa dengan kelakuan sang anak, dan mungkin saja, dua patah kata dalam lagunya yang berjudul ‘terlalu’, cocok untuk menggambarkan isi hatinya saat ini, ‘Sungguh terlalu’.

Sebagai informasi, Ridho Rhoma memang dikenal sebagai anak kesayangan sang Raja Dangdut, dia diketahui sebagai anak yang berbakti dalam keluarga dan tidak sering berulah. Namun, ulahnya ini justru terlampau berat, dan mungkin pihak keluarga merasa malu karena nya.

Ridho ditangkap dengan kepemilikan paket sabu seberat 0,7 gram. Ridho ditangkap di wilayah Grogol, Jakarta Barat. Sabu sisa pakai Ridho ditemukan di dalam mobil sedannya.